Postingan

Menampilkan postingan dengan label pustaka

Jejak Pustaka Tan Malaka (Madilog)

  Ketika kita bicara tentang Republik Indonesia, ada satu nama yang tidak layak untuk dilupakan. Melalui bukunya pada tahun 1925, dia menyampaikan gagasan terkait sebuah Republik yang berdiri di atas tanah airnya. Mendengar peranan pentingnya terhadap Indonesia, aneh apabila namanya seolah disembunyikan dalam timbunan sejarah. Tan Malaka lahir di tanah minangkabau sebagai bayi laki-laki yang bernama Ibrahim, namun nama Tan Malaka itu dia dapatkan dari prosesi adat Minangkabau, yang akhirnya nama Tan Malaka lebih dikenal dan bergaung dalam benak khalayak yang mengagumi perjuangannya. Bersama Sarekat Islam dia menjadi penggerak gerakan rakyat dalam memperjuangkan keadilan dan melawan penindasan dari kolonialisme Belanda. Bagi seseorang yang hidup dengan pikiran yang mesti disebarkan, baik dengan pena, mulut, maupun dengan tindakan, tentunya membutuhkan pustaka yang cukup. Sama halnya dengan seorang tukang batu tidak akan membuat sebuah rumah kalo alatnya seperti semen, batu bata, pas...

Pustaka & Pustakawan "Quote"

 Pustaka dan perpustakaan bukan perkara status jabatan atau bahkan lebelitas diri para pengelolanya. Pustaka adalah pusaka peradaban. Mendampingi proses pertumbuhan sebuah nagari bersistem keadaban. Tanah lahir aksara. Pusaran pengetahuan berbasis ilmu kahuripan. Bukan pusara. Perkuburan gengsi, posisi, dan manifestasi pencapaian nalar dan pemikiran kaum manusia. Pustaka adalah gemilang makna diri dalam menziarahi perjalanan beraksara. Bahwa membaca adalah laku yang menggunakan 'ati'. Pemerhati. Mengamati, mencermati, gemati. Hingga mampu setiti, teliti, dan Nastiti. Tangguh meneliti. Hidup dengan menghidupi hati. Hati-hati. Sepenuh hati. Itulah pustakawan sejati.