Postingan

Menampilkan postingan dengan label pendidikan

Mendidik tidak pernah mendadak

 Ruang pendidikan tidak pernah menyekat usia, ras, agama, latar akademis, suku, dan jenis kelamin sebagai bagian dari sistem kodratinya. Kebersamaan untuk menjalin benang kesadaran merawat dan merawat kebhinnekaan seyogyanya tidak goyah oleh hasrat memajukan pendidikan. Yang pasti, mendidik tidak pernah mendadak. Harus sampai pada fase paling mendidih dan menggetarkan. Lembaga pendidikan adalah kawah candradimuka. Bukan kapal pengeruk keuntungan dalam hitungan dolar dan cuan. Bukan pula tempat penyemaian mesin paraf pengoreksian gelar serta kehormatan duniawi. Juga arogansi anti kemapanan. Pendidikan adalah jalan doa untuk memahami pangan dan papan sebagai sandangan diri yang butuh selamat dalam hidup dan kelak matinya. Terima kasih, Duhai Para leluhur kami yang ada di surga. Kami muliakan engkau di setiap jejak kaki. Berkahilah negeri yang subur ini...

Pendidikan atau Transaksi Bisnis

  Pendidikan adalah usaha sadar memanusiakan manusia agar dapat hidup dan berinteraksi secara sehat. Tapi sampai saat ini pendidikan mengalami kerumitan yang sangat parah, khususnya pada penyusunan kurikulum, tujuan pendidikan, dan lain-lain. Ini dibuat atas dasar kepentingan politisi dan mengarah pada orientasi manusia yang dapat menguasai orang lain. Bukti konkret bisa kita lihat dengan jelas dalam penguatan kelas para elit dan kelas menengah ke bawah, sekolah dengan kualitas dan sarana yang canggih/mewah hanya bisa dirasakan oleh kaum ber-uang, dan sebaliknya. Sekolah dengan sarana yang kurang memadai dikunyah oleh mereka yang tingkat ekonominya rendah. Sekolahan sudah menerapkan dan menguatkan keadaan dominator kelas mampu terhadap kelas dibawahnya sebelum istilah kaum Borjuis muncul sebagai pembeda kelas. Akhirnya, eksistensi kompetisi sekolah dan murid didalamnya menjadi dasar realitas bahwa pendidikan telah menjelma kekuatan kapitalistik. Kapitalisme menempatkan hidup dalam ...