Postingan

Tanaman

 Tanaman mengajari karakter diri yang gigih serta adaptif. Tanah tempat pijak boleh becek, berpasir. Bisa juga tandus dan retak-retak. Selama biji berpijak, dan Sang Tuan memberi tiupan kehidupan, berakarlah dia, lalu bertunas. Bergegas benih menjelma bibit. Menyebarkan bebet dengan muatan penuh bobot. Dalam prosesnya menjadi dewasa, tetumbuhan butuh dibubut. Luka membentuk watak semi. Menyemai kebaharuan. Meraut karakter khas masyarakat agraris yang bahari. Hidup dalam gairah bertanam beragam kebaharuan, di tanah pijak apa saja. Karang di lautan adalah tempat pijak. Dalam semesta garam berdenyut tetumbuhan, membentang taman. Layaknya karang di seputaran rumah dimana manusia berdiam. Kita menyebutnya pekarangan. Tempat pijak kokoh bagi benih bertumbuh. Demi hidup senantiasa kukuh. Pada Sang Maha Biji. 

Pendidikan atau Transaksi Bisnis

  Pendidikan adalah usaha sadar memanusiakan manusia agar dapat hidup dan berinteraksi secara sehat. Tapi sampai saat ini pendidikan mengalami kerumitan yang sangat parah, khususnya pada penyusunan kurikulum, tujuan pendidikan, dan lain-lain. Ini dibuat atas dasar kepentingan politisi dan mengarah pada orientasi manusia yang dapat menguasai orang lain. Bukti konkret bisa kita lihat dengan jelas dalam penguatan kelas para elit dan kelas menengah ke bawah, sekolah dengan kualitas dan sarana yang canggih/mewah hanya bisa dirasakan oleh kaum ber-uang, dan sebaliknya. Sekolah dengan sarana yang kurang memadai dikunyah oleh mereka yang tingkat ekonominya rendah. Sekolahan sudah menerapkan dan menguatkan keadaan dominator kelas mampu terhadap kelas dibawahnya sebelum istilah kaum Borjuis muncul sebagai pembeda kelas. Akhirnya, eksistensi kompetisi sekolah dan murid didalamnya menjadi dasar realitas bahwa pendidikan telah menjelma kekuatan kapitalistik. Kapitalisme menempatkan hidup dalam ...

Kerukunan

 Cangkruk berasal dari kata cangkrukan. "Nyencang Karukunan". Sebuah ungkapan bahasa Jawa. "Nyencang" artinya mengikat agar mengikuti. Ikatan mesti erat. Karukunan atau kerukunan berasal dari kata rukun. Rukun merupakan pondasi utama perkauman manusia. Menjadi prasyarat hidupnya suatu sistem kemasyarakatan. Media tanam utama dalam memuliakan benih umat manusia. Jingga mampu bertumbuh, lalu berkembang. Berbuah. Memberi biji-biji unggul agar regenerasi berjalan seturut siklus ekologi penciptaan. Bukan pencitraan. Dalam peristiwa cangkrukan selalu tersedia wedang. "Ngawe kadang". Mengajak atau menyertakan orang lain untuk bergabung, lalu bercakap-cakap. Bercakap mesti cakap. Punya kecakapan. Tak butuh ke-cakep-an. Nggak cakep nggak apa-apa, karena surga dipenuhi oleh mereka yang cakap, bukan yang cakep. 

Pustaka & Pustakawan "Quote"

 Pustaka dan perpustakaan bukan perkara status jabatan atau bahkan lebelitas diri para pengelolanya. Pustaka adalah pusaka peradaban. Mendampingi proses pertumbuhan sebuah nagari bersistem keadaban. Tanah lahir aksara. Pusaran pengetahuan berbasis ilmu kahuripan. Bukan pusara. Perkuburan gengsi, posisi, dan manifestasi pencapaian nalar dan pemikiran kaum manusia. Pustaka adalah gemilang makna diri dalam menziarahi perjalanan beraksara. Bahwa membaca adalah laku yang menggunakan 'ati'. Pemerhati. Mengamati, mencermati, gemati. Hingga mampu setiti, teliti, dan Nastiti. Tangguh meneliti. Hidup dengan menghidupi hati. Hati-hati. Sepenuh hati. Itulah pustakawan sejati.

Artificial Intelegence (Kecerdasan buatan)

Sebelumnya perkenalkan Garry Kasparov, dia adalah pemain catur dunia yang tidak pernah kalah sebelumnya, setelah di tahun 1997 dia kalah main catur melawan komputer, dia menyerah pada pertandingannya setelah hanya 19 gerakan. Pada tahun 2016 manusia kalah main GO (Pemain GO dunia) melawan komputer. Bagaimana mungkin hasil buatan manusia mengalahkan penciptanya ? Selamat datang di dunia kecerdasan buatan... Ada beberapa orang mengatakan kalo Kecerdasan buatan ini sangat berbahaya, salah satunya Elan Musk: "Jika ada kecerdasan buatan yang pengoptimalisasian dan fungsi kegunaannya merugikan manusia di kemudian hari, maka itu berdampak sangat buruk. Beberapa puluh tahun ke depan posisi kita bakal digantikan oleh kecerdasan buatan karena para generasi semakin kehilangan potensi/bakat masing-masing, pemuda semakin kehilangan arah dan tujuan. Dampak terburuknya adalah kita kehilangan identitas masing-masing, bahkan identitas Indonesia di dada akan hilang.  Kecerdasan buatan akan semakin ...

Sekolah Mencetak Budak

Dalam dunia pendidikan gelar atau embel-embel yang mengikut dibelakang nama kita merupakan sebuah pencapaian tertinggi bagi seorang yang katanya terpelajar. Tapi apakah gelar menjamin keilmuan dan kebaikan seseorang ? Tentu tidak. Karna sekolahan kita hari ini adalah sebuah tempat magang untuk kita belajar bekerja, didalamnya kita didik untuk bagaimana menjadi seorang pekerja yang handal, bukan menjadi peserta didik yang berilmu dan berakhlak. Jadi, tidak mengherankan jika banyak dari kita yang menamatkan pendidikan hingga ke jenjang perguruan tinggi tapi tidak membawa apa-apa selain gelar kesarjanaan karena memang kita hanya dicetak untuk menjadi seorang budak perusahaan atau lembaga tertentu, atau bahkan kita sampai kehilangan arah setelah sarjana. Mungkin ada beberapa orang yang mendapatkan banyak ilmu pengetahuan modern tapi apakah itu sudah cukup sebagai jaminan kita kedepannya ? Tentu tidak lagi. Karena ilmu pengetahuan sekarang bisa menjadikan manusia itu sendiri semakin buas da...

Seni Membangkang

 "Mustahil kemajuan terjadi tanpa adanya perubahan, dan mereka yang tidak mengubah pikirannya, tidak bisa mengubah apapun." (George Benhard Shaw) Senjata yang kita butuhkan saat ini adalah pembangkangan atas pandangan/dogma yang sudah begitu lazim, pandangan yang selalu meyakini bahwa apa yang diterima secara umum maka itulah kebenaran yang final. Contohnya rajin sekolah sudah pasti pintar, keyakinan seperti ini tidak pernah kita bicarakan yang akhirnya keyakinan seperti ini menjalar pada yang pintar pasti patuh: yang patuh pasti berhasil. Janji menanam kepatuhan dengan membabi buta. korbannya tidak lain seorang pelajar yang sedang membaca tulisan yang punya pandangan naif seperti itu. Lagi-lagi banyak bukti menunjukkan hal sebaliknya: Kepatuhan bukan landasan keberhasilan. Membangkanlah yang membuat semuanya jadi berubah dan membuat semua hal jadi berbeda hasilnya. Contohnya Issac Newton yang dibesarkan dalam kemiskinan dan hidup tanpa bapak. Kegemarannya bertanya dan kesang...